Sabtu, 26 Oktober 2013

KHUTBAH HARI RAYA 1 X ATAU 2 X ?

Jika mengikuti khutbah Jum’at mungkin kebanyakan orang sudah tahu bahwa pelaksanaan khutbah dilakukan dua kali, ada khutbah pertama dan ada khutbah kedua, Begitu pula khotbah Hari raya baik hari raya idul Fitri atau Idul Adha, selama ini yang biasa berjalan adalah khutbah yang sama dengan khutbah jumat yaitu dua kali, namun Suatu kali mengkuti shalat hari raya ‘Idul Fitri ternyata khotibnya hanya melaksanakan khotbah satu kali. Ada yang menjadi pertanyaan dalam fikiran saya bukankah biasanya khutbahnya juga dua kali? Apakah pengetahuan saya yang masih kurang memang khotibnya yang punya madzhab lain?. Pertanyaan-pertyanyaan yang mendorong saya untuk membaca kembali dan mengkaji kembali sumber-sumber otentik dalam persoalan ini.

Kalau misalnya kita baca kitab fiqih tingkat dasar saja seperti Nihayatuz Zain Fi Irsyadil Mubtadi’in karya Ulama Nusantara Imam Nawawi  Al jawi Al bantani.

Rabu, 23 Oktober 2013

MELURUSKAN BARISAN SHALAT

Ada sebuah kasus yang terjadi ketika akan melaksanakan shalat berjamaa, salah satu jamaah mungkin bermaksud meluruskan barisan dengan menempelkan kakinya kepada orang yang disampingnya, namun ketika ditempelkan orang yang satunya justru menghindar dengan memindahkan sedikit kakinya supaya tidak terlalu menempel, namun jamaah yang tadi ikut menggeser kembali kakinya supaya menempel. Begitu terjadi beberapa kali sampai akhirnya berjalan sendiri-sendiri. Dan setelah shalat selesai orang tersebut membahas permasalahan tersebut.

Jumat, 11 Oktober 2013

KEUTAMAAN 10 HARI DZULHIJJAH

Ada request dari salah seorang sahabat, yang menanyakan tentang hadis yang berkenaan dengan keutamaan 10 hari bulan Dzulhijjah. 

Rabu, 02 Oktober 2013

Hadis-Hadis "Tanduk Syaithan"

Berkenaan dengan ramainya pembicaraan seputar hadis tentang “tanduk Syaithan” yang biasanya oleh sebagian kalangan di alamatkan kepada tokoh kontroversial yang muncul dari Nejd yang banyak memunculkan perselisihan dikalangan Ummat, seorang teman menanyakan hadis tersebut riwayat siapa dan meminta diberitahu redaksinya. Inilah beberapa redaksinya :

HADIS “ Bukan orang mu’min, orang yang bermalam sedang tetangga disampingnya kelaparan”

Ada teman yang bertanya tentang hadis yang artinya : ““ Bukan orang mu’min, orang yang bermalam sedang tetangga disampingnya kelaparan” terdapat di dalam kitab apa dan riwayat siapa.?

Sabtu, 31 Agustus 2013

LAKI-LAKI BERSENTUHAN DENGAN PEREMPUAN


Ada permintaan penjelasan dari sebagian jamaah Umroh berkenaan dengan bersentuhan laki-laki dan perempuan apakah membatalkan wudu atau tidak ?

BERISTRI SEMBILAN

Ternyata baru-baru ini muncul ke permukaan kasus yang mengguncang publik tentang kasus Eyang Subur yang konon memiliki istri sembilan. Apakah perilaku yang dilakukan tersebut  melanggar syariat Islam jika memang faktanya begitu?. atau tidak keluar dari hukum Islam. ? Agak mengusik rasa keyakinan saya karena yang saya ketahui dan yakini selama ini bahwa batasan maksimal bolehnya seorang muslim berpoligami adalah 4 orang istri.

HADIS " SETIAP KALIAN ADALAH PEMIMPIN"


Ada sahabat yang sedang menggarap Tesis menanyakan tentang hadis setiap kalian adalah pemimpin, dia menemukannya hanya di kitab Luluwal Marjan. Kemudian saya menjelaskan seharusnya langsung merujuk kepada kitab hadis induknya dan akhirnya dia meminta bantuan saya dan inilah hadis-hadisnya.

Di dalam Kitab Sahih Bukhari Kitab Jumat Bab Shalat Jumat di Desa dan di kota.

KARAKTER ORANG-ORANG YAHUDI


Tindakan yang dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina dengan cara melakukan penyerangan yang membabi buta tidak memperdulikan korban yang ditimbulkan dari anak-anak, wanita dan mayoritas warga sipil merupakan cerminan dari karakter bangsa Yahudi yang tidak jauh berbeda dengan bangsa barbar, dimana mereka tidak memiliki rasa kemanusiaan, berbuat semaunya walaupun melanggar hukum internasional dan sama sekali tidak menghargai hak asasi manusia.

Kamis, 21 Februari 2013

TRAVEL HAJI DAN UMRAH PILIHAN


Sebuah program penyelenggaraan ibadah Umroh yang mengutamakan pelayanan yang terbaik, dalam memfasilitasi jema’ahnya untuk melakukan ibadah Umroh di Tanah Suci. UNTUK INFO LENGKAP SILAHKAN ANDA BUKA http://daytamatour.com/?do=hajjumrah

Sabtu, 24 November 2012

Senin, 12 November 2012

JUM'ATAN DI HARI RAYA (Risalah Lengkap)


Pelaksanaan Hari raya “idul Adlha tahun 1433 H atau 2012 ini kebetulan berbarengan dengan hari jum’at. Jadi selain melaksanakan sholat hari raya ‘Idul Adlha biasanya sebagian besar Ummat Islam Indonesia siang harinya tetap melaksanakan Shalat Jum’at, hal ini sudah berjalan dari semenjak dahulu kala, mungkin dari semenjak Islam mulai masuk ke Bumi Nusantara ini. Kalau saya pelajari Hal ini adalah sesuatu yang sudah lazim dari semenjak saya masih kecil. Ketika saya pelajari memang mayoritas tokoh-tokoh Islam Indonesia termasuk Kiyai-kiyainya mereka banyak mengikuti madzhab Syafi’I dalam persoalan Fiqih, karena memang yang menjadi rujukan mereka adalah kitab-kitab dalam lingkungan Madzhab Syafi’i.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Berqurban Untuk Mayyit


Ada seorang teman pengajar  yang bercerita kalau kawannya menanyakan tentang berqurban untuk saudaranya yang sudah meninggal apakah hal itu dibolehkan atau tidak ? dia tidak bisa memberikan jawaban karena memang bukan bidang keahliannya karena ini adalah wilayah kajian Fiqih atau hukum Islam dimana harus merujuk kepada nash atau pendapat para ulama-ulama mujtahid. Ketika bertemu dengan saya, sambil ngobrol tentang qurban dia menanyakan tentang hal itu, kemudian saya jawab : kalau berqurban untuk orang yang sudah meninggal. setahu saya, kalau tidak salah saya sempat membaca sekilas dalam kitab Fiqhul Islam Wadillatuha, kalau hal itu ada pendapat ulama yang membolehkannya.  

Daging Qurban Untuk Non Muslim


Sempat ada sebuah iklan yang disebarkan melalui berbagai spanduk yang mengusung jargon “ Qurban Untuk Semua.” Terlintas dalam pikiran saya jika hal itu dimaksudkan untuk memperlihatkan karakter Islam yang Universal. Namun masih tersisa sesuatu yang menjadi pertanyaan dalam pikiran saya,  jika berbuat baik kepada orang non muslim selain memberikan daging qurban maka hal itu sudah maklum,  dalam ajaran Islam,  kita memang di anjurkan untuk berbuat baik dan adil kepada semua manusia, namun jika hal itu berkaitan dengan qurban dimana qurban itu merupakan ibadah mahdhoh yang tentunya hanya diperuntukkan bagi orang muslim, apakah memang dibolehkan diberikan juga kepada non muslim? Saya memang belum sempat membaca rujukan yang membahas masalah ini.

DISTRIBUSI QURBAN KELUAR WILAYAH


Mendekati Hari Raya ‘Idul Adlha biasanya Ummat Islam khususnya yang memang tidak sedang melaksanakan Ibadah Haji memiliki perhatian akan pelaksanaan Qurban. Berqurban adalah salah satu Syariah Islam yang sudah lazim dilakukan oleh Ummat Islam setiap tahunnya yaitu ketika Hari raya Idul Adlha dan ditambah tiga hari Tasyriq. Biasanya Ummat Islam di Indonesia melaksakan Qurban dengan cara menyerahkannya kepada Panitia Qurban di masjid-masjid setempat atau memang dikirim kepada pihak-pihak yang diinginkan oleh yang berqurban. Penyerahan Qurbannya biasanya ada yang dalam bentuk hewan yang langsung diserahkan dan ada pula yang dalam bentuk uang diserahkan kepada pantia, nanti panitia yang akan membelikan hewan qurban. Setelah proses penyembelihan dan pemotongan daging-dagingnya, maka panitia yang mengatur pembagian daging-dagingnya, biasanya sebagian dibagikan kepada masyarakat sekitar dan ada yang disisakan untuk yang berqurban, namun yang berqurban juga ada yang tidak mau mengambil sama sekali.

TIDAK MEMOTONG KUKU, RAMBUT & KULIT BAGI YANG HENDAK BERKURBAN ( SERI KE-2 )


Seorang jamaah menanyakan tentang isi sebuah buku saku berjudul “ Keutamaan 10 Hari pertama Bulan Dzulhijjah dan Tuntunan Qurban” yang diterbitkan Yayasan As Sofwa Jakarta. Berkaitan dengan hadits Nabi SAW Dari Ummi Salamah, Rasulullah Bersabda : “ Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berqurban….(sampai akhir terjemahan). Di dalam buku tersebut hanya di cantumkan terjemahannya saja dan tidak di cantumkan rujukan dan rawi hadis tersebut. Maka setelah kami cek maka hadits tersebut diriwayatkan Oleh Imam Muslim, Imam Ibnu Majah dan Imam Ad Darimi dan Ahli hadis lain.

Jumat, 12 Oktober 2012

MUHAMMAD SAW DIMATA ALLAH & MANUSIA


Sejarah telah mencatat dengan tinta emas akan Keagungan manusia pilihan ini, Muhammad SAW tidak hanya diakui Kagungannya oleh kawan-kawannya namun lawan-lawannya pun mengakuinya, kecuali hanya orang-orang yang buta mata batinnya serta tidak lurus akalnya saja yang tidak mampu melihatnya.

Kamis, 11 Oktober 2012

Gerakan NII


Kalau kita belajar sejarah Indonesia maka kita akan menemukan data bahwa DI (Darul Islam) TII (Tentara Islam Indonesia)  atau NII (Negara Islam Indonesia) adalah salah satu gerakan Pemberontakan yang pernah muncul di Indonesia yang dipimpin Oleh S.M. Karto Suwiryo. Sejarah tentang NII ini sudah dipelajari dari semenjak tingkat SD sampai perguruan tinggi. Saya masih ingat tentang pelajaran sejarah yang menggambarkan bahwa gerakan DI TII banyak melakukan sabotase dan tindakan-tindakan yang mengacaukan keamanan, mereka melakukan penggulingan kereta api, melakukan perampokan dan lain-lain. Jadi NII memang digambarkan sebagai Gerakan Pendirian Negara di dalam Negara yang sah dan makhluk yang banyak melakukan pengacauan keamanan, sehingga pemerintah Republik Indonesia mengkatagorikannya sebagai pemberontak yang merongrong pemerintahan yang sah dan wajib untuk ditumpas.

Selasa, 25 September 2012

Kemulyaan Abu Bakar As Siddiq RA


Kalau kita membaca sejarah Di dalam Islam kita tahu bahwa Khalifah pertama yang menggantikan posisi Rasulullah SAW sebagai pemimpin Ummat Islam adalah Sahabat Abu Bakar As Siddiq Rodiyallahuanhu. Kenapa beliau yang terpilih tentunya para sahabat lebih tahu dan melihat tentang keutamaan-keutamaan dan kemulyaan beliau di sisi Rasulullah SAW di banding sahabat-sahabat Nabi yang lain.

Syiah Moderat dan Ekstrim


Munculnya gerakan syiah di Indonesia merupakan sebuah fenomena yang sebenarnya tidak begitu asing bagi yang mau mengkaji tentang sejarah munculnya syi’ah di Indonesia. Namun keberadaannya selama ini laksana clandestine atau gerakan bawah tanah yang memang secara formal tidak menampakkan jati dirinya yang sebenarnya, walaupun bagi yang memperhatikan dan mengikuti perkembangannya mungkin akan Nampak jelas. Namun sudah menjadi suatu keniscayaan bagi sebuah gerakan yang ingin diterima dalam suatu masyarakat maka dia harus menghindari singgungan dan konflik dengan masyarakat jika ajarannya bertentangan dengan yang di anut sebagian besar masyarakat. Apalagi jika itu akan didakwahkan kepada masyarakat. 

Kalau kita kaji berbagai kelompok di dalam syiah memang akan kita temukan banyak sekali sekte-sekte yang memiliki keyakinan yang berbeda di dalam tubuh Syiah sendiri. Namun secara garis besar jika dilihat dari kaca mata Sunni, saya mengklasifikasikannya ada yang Syiah moderat ada yang Syiah ekstrim. Yang moderat adalah mereka yang memiliki doktrin dan keyakinan yang tidak jauh berbeda dengan Sunni, sedangkan Syiah ekstrim inilah yang doktrin-doktrinnya sangat bertentangan dengan keyakinan kaum Sunni.

Namun sepanjang kajian saya terhadap referensi-referensi yang meneliti tentang Syiah dari sumbernya langsung, mayoritas tokoh-tokoh puncak Syiah masih mencantumkan dalam kitab-kitab mereka doktrin dan pemikiran ekstrim yang bertentangan dengan Ahlussunah. Termasuk sampai tokoh terkininya seperti Ayatullah Khumaeni dan pengikut-pengikutnya di Iran masih tetap merujuk kepada doktrin-doktrin Syiah ekstrim klasik. Hal ini sudah banyak diungkap oleh para peneliti dan ulama, dimana mereka masih mengutip kitab-kitab Syiah ekstrim dan menyebarkan doa-doa yang melaknat Abu Bakar, Umar dan Usman. 

Kamis, 06 September 2012

Otoritas Sunnah Ghoiru Tasri'iyyah


Nabi Muhammad SAW adalah seorang Rasul yang membawa risalah dari Allah SWT Sebagai Nabi dan Rasul beliau merupakan Uswatun hasanah dan sebagai Rasul beliau juga wajib untuk di ta’ati sehingga apa yang datang dari beliau hendalah diterima dengan ketaatan sepenuh hati sebagai bukti seseorang diangap beriman dan apa yang beliau larang hendaklah dihindari. Dan Sebagai salah satu bukti bahwa seseorang benar-benar mencintai Allah adalah dengan cara mentaati dan mengkuti Rasulullah SAW. Apa yang datang dari Nabi dalam masalah-masalah agama adalah mutlak dan apa yang bukan dari Nabi dalam masalah Agama adalah tertolak.

Namun selain sebagai seorang Nabi dan Rasul beliau juga adalah manusia biasa sebagaimana manusia yang lain sebagaimana banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an yang menjelaskannya. Beliau juga memiliki kebutuhan jasmani dan ruhani, memiliki keinginan dan selera dan memiliki kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari beliau.  .
Ketetapan beliau dalam kapasitas beliau sebagai Rasul merupakan sumber syariat yang tidak diperdebatkan, namun apakah segala yang datang dari beliau sebagai manusia biasa dalam konteks bahwa sebagian perbuatan dan perkataan beliau yang muncul dari sifat kemanusiannya ( Jibillatul Basyariyah) juga merupakan sumber syrai'at yang mengikat? Pertanyaan diataslah yang memunculkan perdebataan di kalangan Ulama sehingga memunculkan istilah Sunnah Ghoiru Tasyri’iyyah.

Berjabat Tangan Setelah Shalat


Setelah selesai Shalat sebagian ummat Islam di Indonesia biasanya sering kali mengajak bersalaman atau berjabat tangan, ada yang shalat sunah dulu kemudian setelah selesai ada yang mengajak bersalaman dengan yang ada disampingnya, kemudian shalat berjama’ah dan setelah selesaipun ada yang masih mengajak bersalaman, dan sehabis shalatpun ada yang membiasakan untuk selalu bersalaman semua jama’ah dengan imam . karena ketika shalat berjama’ah di masjid biasanya para jama’ah berdatangan kemasjid sehingga mereka setiap waktu shalat bisa bertemu lagi di masjid dan saling menyapa, apalagi jika jama’ahnya orang yang Cuma mampir.

Terkadang ada yang biasa merespon dan menyambut ajakan salaman, ada yang tidak pernah mengajak bersalaman namun ketika di ajak bersalaman tidak menolak, ada juga yang tidak mengajak bersalaman dan tidak mau menyambut bersalaman. Dan juga ada yang memang anti bersalaman   malah sampai memerangi praktek bersalaman selesai shalat dengan menganggapnya bid’ah.

Kasus-kasus di atas agak mengusik saya untuk menelaah beberapa rujukan khususnya yang menjadi imamnya gerakan BKS (Bid’ah, kufur dan syirik). Saya coba buka kitabnya Ibnu Taimiyah ternyata beliau memiliki kesimpulan sebagai berikut : 

Upaya Menghapus Sejarah Wali Songo


Wali songo merupakan istilah yang tidak asing bagi bangsa Indonesia khususnya ummat Islam. Dari setiap generasi ke generasi sejarah Wali Songo selalu diterima dan selalu hidup dalam hati masyarakat Indonesia, mereka melakukan tradisi yang terus-menerus dengan melakukan Ziarah, kemakam para wali songo dan ini dilakukan untuk mengenang sejarah dan jasa-jasa wali songo dalam penyebaran Islam di Nusantara atau mungkin tergantung niat masing-masing orang, wallahu a’lam. Sehingga saking dikenalnya wali Songo,  makam-makam mereka tidak pernah sepi diziarahi para pengunjung dari seluruh Nusanatara. Beratus-ratus buku, nyanyian, Drama dan bahkan film-film di buat sebagai bukti keabadian sejarah mereka. Tidak cukup sampai disitu nama-nama Wali Songopun di abadikan menjadi Nama Lembaga-lembaga Pendidikan tinggi, di Jakarta menjadi nama UIN Syarif Hidyataulah, di Bandung UIN Sunan Gunung Jati, disemarang UIN Wali Songo, di Yogyakarta UIN Sunan KaliJogo, Di Surabaya IAIN Sunan Ampel Dan lain-lain. Sehingga di masyarakatpun beredar cerita-cerita yang melegenda yang mengisahkan tentang kejadian-kejadian yang luar biasa yang terjadi pada tokoh-tokoh Wali Songo, yang kalau di tinjau dari kacamata sebagian kita mungkin tidak masuk akal, sehingga kisah-kisah itupun juga menjadi legenda yang yang begitu kuat diyakini di masyarakat Indonesia. Persoalan apakah benar cerita-cerita itu terjadi sebagai suatu fakta sejarah, merupakan persoalan lain yang kalau ingin membuktikannya mungkin perlu menggunakan bukti-bukti ilmiah yang itu mungkin menjadi tugas sejarawan. 

'Illat Hadis Al fatihah Tanpa Basmalah


Ada sesuatu yang menggelitik pemikiran saya ketika tiba-tiba dimuncukan kepermukaan masyarakat Indonesia soal pendapat yang tidak membaca basmalah atau tidak membaca basmalah dengan keras ketika membaca surat Al Fatihah dalam shalat, apalagi ketika ada sebuah pertanyaan apakah termasuk bid’ah jika mengeraskan bacaan basmalah bagi Imam? Memang sekarang-sekarang ini lagi musimnya demam bid’ah yang banyak dihembuskan oleh ahlul bid’ah. 

Dari mulai belajar membaca Al Qur’an sampai belajar Qiraat Sab’ah yang memiliki sanad saya menyaksikan kalau guru-guru qira’at semuanya membaca Basmalah ketika membaca surat Al Fatihah. kita tahu bahwa ummat Islam Indonesia selama ini, mungkin hampir tidak ada yang tidak mengeraskan bacaan basmalah, yang saya temui semuanya membaca Basmalah dengan keras ketika membaca surat Al Fatihah.” 

KEUTAMAAN BULAN & NISHFU SYA’BAN

Memasuki bulan Sya’ban mengingatkanku kembali akan dekatnya bulan Ramadhan, rasanya belum lama Ramadhan tahun kemarin, betapa cepatnya waktu berlalu tanpa terasa, maka sungguh sangat merugi diriku jika hanya melewatkan untuk sesuatu hal yang tidak memberi guna bagi kehidupanku diakhir nanti yaitu kehidupan akhirat.

Demi untuk mengintip keutamaan setiap bulan, maka Sya’ban  tentunya memiliki keutamaan amal ibadah yang secara khusus dilaksanakan di bulan ini. Akupun mencoba untuk menelaah tentang kajian ini. Karena saya yakin masyarakat muslimpun demikian, Namun biasanya ada juga yang lebih menjadi perhatian sebagian masyarakat yaitu tentang nisfu Sya’ban atau pertengahan bulan Sya’ban. Sehingga tak ketinggalan salah satu jama’ah pun ketika memasuki malam nisfu Sya’ban meminta untuk di bahas tentang Nisfu Sya’ban. Dan sempat mengikuti dengan seksama Dalam acara Suara Anak Negeri di Jak TV dengan Narasumber KH. Syarif Rahmat RA, SQ, MA dengan tema keutamaan Nisfu Sya’ban, dalam segmen komentar dari pemirsa, terlontar sebuah komentar dari sebagian pemirsa yang mengatakan :” setahu saya tidak ada hadis yang menjelaskan secara khusus  tentang keutamaan Nisfu Sya’ban. Dan dalam kesempatan lain setelah selesai berjama’ah sholat  ‘Isya tiba-tiba sahabat kami Ustadz Ahmad Tahmid bertanya dan akhirnya mampir kerumah untuk mendiskusikan tentang bulan Sya’ban dan Nisfu Sya’ban, dan saya sampaikan sebenarnya saya juga sudah mulai menulis catatan-catatan tentang sya’ban dan Nishfu Sya’ban namun belum rampung.

Jumat, 22 Juni 2012

Isra' Dan Mi'raj


Isra’ Mi’raj adalah kejadian Luar biasa yang di alami oleh Rasulullah SAW. dan itu termasuk salah satu kemu’jizatan beliau, sehingga apakah peristiwa itu bisa di jelaskan secara ilmiah atau tidak maka kita sebagai Ummat Islam wajib menerimanya dengan cara keimanan. Peristiwa itu merupakan peristiwa yang sangat fenomenal karena dengan peristiwa itulah perintah shalat langsung di berikan oleh Allah SWT kepada beliau untuk dilaksanakan oleh ummat Islam. Maka kita semestinya untuk selalu mengingat-ingat dan memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj dengan cara membaca kembali kisah dan riwayat-riwayat luar biasa yang terjadi pada diri Nabi Kita Muhammad SAW. Allah SWT berifrman :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(QS. Al Isra’ : 1)

Senin, 18 Juni 2012

Konsep Prematur Khilafah


Bersinggungan dengan Hizbut Tahrir merupakan sesuatu yang tidak begitu asing, dari dulu saya sudah banyak berkenalan dengan teman-teman dari hizbut Tahrir, pernah di ajak untuk ikut gabung dalam demontrasi menentang Invasi Amerika terhadap Irak kebetulan juga bersamaan dengan Hari Mukti, mantan roker yang sekarang jadi muballigh. Pernah juga di ajak untuk ikut serta dalam halaqahnya namun saya kurang begitu tertarik karena saya lebih focus untuk penyelesaian kuliah, namun sering kita berdiskusi dan juga berdialog dengan teman-teman mengenai HT dan konsep pemikirannya.

Buku-buku yang mengupas dan menyoroti tentang sepak terjang HT juga banyak saya kaji dari mulai “Meluruskan Radikalisme Islam karya DR. Ali Syu’aibi, kemudian “ Arus Baru Islam Radikal ; Transmisi Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia Karya M. Imdadun Rahmat, dan juga buku “Gerakan Salafi Radikal di Indonesia disunting oleh Jamhari & Jajang Jahroni yang juga sebagian membahas sepak terjang HT.

Dalam rangka menanggapi sebuah hasil Daurah Syabab Ahlussunah Wal jama’ah, kami juga sempat mengadakan Seminar bedah Masalah yang menghadirkan tokoh-tokoh dari berbagai Ormas Islam, dari Persis, NU, Muhammadiyah, MUI, Syaikh Ulwan. As Sofwa dan Juga salah satunya dari Hizbut Tahrir Indonesia yang pada waktu itu yang hadir adalah bapak Hafidz Abdurrahman, MA.

Melihat bukunya Dr. Aniru Rafiq Al amin yang berjudul “membongkar  Proyek Khilafah Ala Hizbut Tahrir Di Indonesia” , yang merupakan disertasi beliau dalam program S3 nya di IAIN Sunan Ampel Surabaya, Saya agak tertarik karena penulisnya termasuk salah satu mantan anggota HTI, pemikirannya begitu kritis terhadap konsep Khilafah yang di gaungkan HTI sebagai bahan kajian dan juga uji pemikiran apakah konsep khilafah merupakan konsep yang punya landasan kokoh baik secara Filosofis, Normatif dan juga historis atau hanya sebatas ilusi dan pepesan kosong sebagaimana yang dituduhkan kalangan liberal selama ini, atau merupakan konsep yang masih mentah atau prematur.

Kamis, 14 Juni 2012

Keutamaan Puasa Rajab



Ketika memasuki bulan Rajab ada sesuatu yang menjadi perhatian nenek dan juga istri yaitu berpuasa, mereka mewanti-wanti dari mulai tanggal satu untuk besoknya bersiap-siap berpuasa di bulan rajab. Kebiasaan itu merupakan tradisi yang sudah turun-temurun yang diwariskan oleh orang tua dan itu merupakan tradisi sebagian masyarakat muslim Indonesia.
Tradisi itu berjalan begitu saja diterima dengan referensi apa yang disampaikan orang tua tanpa dimulai dari menelaah sejumlah reverensi kitab-kitab karena tidak semua orang memilki kemampuan untuk membaca dan memahami kitab-kitab berbahasa Arab, Kecuali bagi kalangan terpelajar muslim yang tentunya mereka tidak hanya mewarisi tradisi saja tetapi juga memperdebatkan dan juga mendalami secara ilmiah tentang puasa Rajab yang sudah menjadi tradisi.

Tradisi yang baik yang diterima dari orang tua kita adalah sesuatu hal yang perlu dan bahkan wajib untuk dijaga dan dilestarikan. Sebagai seorang muslim, kami adalah orang yang mewarisi keislaman kami dari orang tua kami, kami mengetahui Islam juga lantaran pendidikan Islam orang tua kami, kami mengenal rukun Islam, mengetahui rukun Iman, bisa membaca Al Qur’an dan Hadis serta pengetahuan keislaman yang lain  juga lantaran dari orang tua kami. Oleh karena itu tradisi yang sudah berurat berakar dari orang tua kami itu wajib untuk di pertahankan dan terus di lestarikan sampai titik darah penghabisan.

Kamis, 31 Mei 2012

Pemikiran Hadis Mu'tazilah


Belum pernah ditemukan satu golongan pun dalam Islam, yang mempunyai reputasi yang tinggi dan mendapat perhatian besar dari para cendekiawan dan ulama untuk mengkaji dan menelaah dasar-dasar pemikirannya, baik dulu maupun sekarang, melebihi kaum Muktazilah. Mereka adalah golongan yang menjadikan akal sebagai panutan, memikirkan kesalahan-kesalahannya dan membangun dasar pemikiran mereka dengan pancaran akal. Kemudian mempertahankan hasil pemikiran tersebut.

Para peneliti berbeda pendapat mengenai asal usul Kaum muktazilah namun dari beberapa pendapt itu dapat disimpulkan bahwa Mu’tazilah baru lahir pada akhir abad pertama Hijriyah pada masa Hasan Al Bashri. Mu’tazilah muncul di kota Basrah yang merupakan pusat peradaban yang dipenuhi dengan beragam alur pemikiran. Penyebab munculnya Mu’tazilah adalah keluarnya Washil bin ‘Atha’ dari forum Hasan Bashri, kemudian mereka mendeklarasikan ide barunya tentang al Manzilah Baina Manzilatain.

Selasa, 29 Mei 2012

Hadis Yang sudah Tidak diamalkan


Berbicara mengenai Nasikh dan mansukh sebenarnya kita membahas persoalan yang sangat urgen, karena nasikh dan mansukh merupakan salah satu cabang ilmu baik dalam Ulumul Qur’an maupun Ulumul Hadits.

Menurut istilah dalam ilmu hadis yang dimaksud dengan nasakh adalah pembuat hukum mengangkat hukum yang terdahulu dengan hukum yang lain.

Pengetahuan mengenai nasikh dan mansukhnya suatu hadis merupakan cabang ilmu yang amat penting lagi amat sulit. Az Zuhri berkata : “ perkara yang paling melelahkan dan melemahkan para Fuqaha’ adalah mengetahui hadis yang nasikh dan mansukh.” Tokoh yang terkenal dalam bidang ini adalah As Syafi’I, beliau mempunyai kemampuan  yang mumpunidan tergolong pionernya. Imam Ahmad mengatakan kepada Ibnu Warah (tatkala baru datang dari Mesir) :” apakah engkau telah mencatat kitab-kitabnya Syafi’I ? ia menjawab : “tidak’. Maka Imam Ahmad menimpali : “ Engkau telah lalai. kita tidak pernah mengetahui hadits yang mujmal dari yang mufassar, juga hadis yang nasikh dari yang mansukh sampai kita duduk dengan As Sayafi’i.”